Mekanisme Kamuflase Bunglon
Bunglon dikenal sebagai hewan yang ahli dalam kamuflase, mampu mengubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungan. Namun, perubahan warna ini bukan sekadar untuk bersembunyi dari predator—ada fungsi lain yang lebih kompleks.
Perubahan warna pada bunglon dikendalikan oleh sel khusus di kulitnya yang disebut iridofor. Sel ini mengandung kristal nanoskala dari guanin (sejenis zat kimia) yang bisa memantulkan cahaya dalam panjang gelombang berbeda. Ketika bunglon ingin berubah warna, ia mengubah jarak antar kristal ini, mempengaruhi warna cahaya yang dipantulkan.
Misalnya, saat bunglon rileks, kristalnya rapat dan memantulkan cahaya biru. Ketika stres atau marah, kristal meregang dan memantulkan cahaya kuning hingga merah. Perubahan ini dikendalikan oleh sistem saraf dan hormon yang merespons lingkungan, suhu, dan suasana hati bunglon.
Selain kamuflase untuk perlindungan, warna juga digunakan untuk komunikasi sosial, seperti menunjukkan dominasi saat bertarung, atau menarik perhatian pasangan saat musim kawin.
Sumber Referensi:
-
Teyssier, J., Saenko, S. V., van der Marel, D., & Milinkovitch, M. C. (2015). Photonic crystals cause active colour change in chameleons. Nature Communications.
-
National Geographic. How do chameleons change color?
-
Smithsonian Magazine. The Science Behind a Chameleon's Color Change
Komentar
Posting Komentar